Dear sobat,
Ada kabar tidak mengenakkan bagi para pelapak online atau biasa kita sebut dengan seller online. situs e-commerce yang terkenal di Indonesia mengalami kelumpuhan kemarin siang hingga sore, tepatnya tanggal 1 Maret 2017. Wow, banyak yang bakal merugi ya. Entah itu pelapak atau pembeli dan tentu pemegang saham serta pemilik situs tersebut.
Semisal kompas.com atau detik.com tidak bisa diakses untuk beberapa waktu mungkin yang rugi hanyalah dari segi iklan sponsor yang tidak tayang dan link berita yang tidak dapat dimuat sehingga pembacanya berkurang. Namun, jika untuk urusan jual beli dagangan, bisa berimbas kepada banyak pihak seperti yang saya sebutkan pada paragraf di atas tadi.
Kronologisnya kurang begitu faham, akan tetapi yang jelas Biznet selaku penyedia jasa hosting dan data center bertanggung jawab akibat kelalaian ini, karena supply listrik ke server yang mati total, banyak customer yang gagal mengakses ke situs e-commerce tersebut.
Transaksi online sekarang juga tidak main-main, bukalapak saja perbulannya memperoleh omzet sebesar 20 Milyar per bulan, bisa dibayangkan kalau per hari berapa?yah mungkin sekitar 600 juta per hari. Bukalapak, Jos Gandos, Nah kalau data hilang, we la dalah, zonk, ga bisa cuan.
Ada banyak komentar yang bermunculan di jejaring sosial semacam facebook dan twitter, telkomsigma, firstmedia atau indosat siap menampung, hehe. Ada-ada saja yah. Yang jelas kasus ini bisa jadi rujukan bersama, semoga ke depannya internet service provider, cloud hoster di Indonesia menjadi lebih baik. Terlebih apabila terdapat bencana alam atau kebakaran. Semoga infrastuktur di Indonesia makin modern dan makin siap.
Ada kabar tidak mengenakkan bagi para pelapak online atau biasa kita sebut dengan seller online. situs e-commerce yang terkenal di Indonesia mengalami kelumpuhan kemarin siang hingga sore, tepatnya tanggal 1 Maret 2017. Wow, banyak yang bakal merugi ya. Entah itu pelapak atau pembeli dan tentu pemegang saham serta pemilik situs tersebut.
![]() |
| bukalapak tidak bisa diakses |
Semisal kompas.com atau detik.com tidak bisa diakses untuk beberapa waktu mungkin yang rugi hanyalah dari segi iklan sponsor yang tidak tayang dan link berita yang tidak dapat dimuat sehingga pembacanya berkurang. Namun, jika untuk urusan jual beli dagangan, bisa berimbas kepada banyak pihak seperti yang saya sebutkan pada paragraf di atas tadi.
Kronologisnya kurang begitu faham, akan tetapi yang jelas Biznet selaku penyedia jasa hosting dan data center bertanggung jawab akibat kelalaian ini, karena supply listrik ke server yang mati total, banyak customer yang gagal mengakses ke situs e-commerce tersebut.
Transaksi online sekarang juga tidak main-main, bukalapak saja perbulannya memperoleh omzet sebesar 20 Milyar per bulan, bisa dibayangkan kalau per hari berapa?yah mungkin sekitar 600 juta per hari. Bukalapak, Jos Gandos, Nah kalau data hilang, we la dalah, zonk, ga bisa cuan.
![]() |
| tokopedia tidak bisa diakses |
Ada banyak komentar yang bermunculan di jejaring sosial semacam facebook dan twitter, telkomsigma, firstmedia atau indosat siap menampung, hehe. Ada-ada saja yah. Yang jelas kasus ini bisa jadi rujukan bersama, semoga ke depannya internet service provider, cloud hoster di Indonesia menjadi lebih baik. Terlebih apabila terdapat bencana alam atau kebakaran. Semoga infrastuktur di Indonesia makin modern dan makin siap.


Comments
Post a Comment
Silakan mengisi komentar di kolom ini